We Meet Again (Kai ver)

We Meet Again (Kai Version)

 

 

Harum semilir kopi kini mulai menyeruak indera penciumanmu. Kamu pun kini mengambil  secangkir kopi itu kemudian menghirup aromanya yang membuat tubuhmu menjadi hangat. Suara rintikan hujan di luar café tempatmu berada telah menyita perhatianmu. Kemudian rasa cemas pada hatimu mulai datang. Ada dimana dia?

Lalu kamu melihat jam tangan yang melingkar di tangan kananmu. Sudah lima belas menit berlalu namun dia tak juga datang, padahal ia telah membuat janji denganmu bahwa kalian akan bertemu di café ini pukul dua siang, tapi nyatanya dia juga belum datang.

Seorang pelayan yang  datang membuatmu sedikit tersentak, kemudian kamu memesan sedikit makanan kepada pelayan itu. Setelah pelayan itu pergi, kamu meraih tas mu dan mengambil  sebuah dompet berwarna merah, warna kesukaanmu. Saat kamu membuka dompet, tiba-tiba saja benda di dalamnya membuatmu tersenyum.  Itu adalah sebuah foto. Foto yang diambil dua tahun yang lalu bersama kekasihmu. Hatimu mencelos saat melihat wajahnya di foto itu. Rasa rindu yang telah kamu pendam selama dua tahun ini membuatmu ingin memeluknya saat ia berada di hadapanmu. Tapi sayangnya ia belum juga datang. Hal itu membuatmu harus menelan rasa kecewa, sehingga kamu putuskan untuk kembali memandang ke  arah luar jendela café sembari menunggu laki-laki itu, Kai.

 

Di tempat lain, seorang laki-laki masih sibuk dengan aktivitasnya. Bukan sebuah pekerjaan berat yang sedang ia lakukan, melainkan ia sedang memilih sebucket bunga yang akan ia bawa untuk kekasihnya, yaitu kamu. Sedari tadi matanya terus memandangi berbagai macam jenis bunga. Tapi ia benar-benar merasa bingung dengan bunga apa yang harus ia pilih untuk diberikan kepadamu. Karena tak kunjung menemukan pilihan yang tepat, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada  ahjumma pemilik toko bunga itu.

“Ahjumma, menurutmu, bunga apa yang paling disukai seorang wanita?” tanya Kai antusias. Kemudian ahjumma itu tersenyum saat melihat wajah Kai yang memang sedang kebingungan.

 

“Seorang wanita? Apa dia itu kekasihmu?” tanya ahjumma itu. Kemudian Kai hanya mengangguk dan membuat ahjumma itu tertawa pelan.

 

“Berilah ia bunga yang sesuai dengan warna kesukaannya, memangnya, kekasihmu suka dengan warna apa?”

Dengan cepat Kai pun menjawab pertanyaan ahjumma itu. “Merah, warna favoritnya adalah merah” ujar Kai. Kemudian ahjumma itu meninggalkan Kai untuk beberapa saat. Tak lama, dia datang sambil membawa sebucket bunga berwarna merah, lebih tepatnya adalah bunga mawar.

“Kalau begitu, berikan dia bunga mawar merah. Aku yakin ia pasti menyukainya.” Ucap ahjumma itu sambil menyodorkan sebucket bunga itu pada Kai. Pandangan mata Kai kini hanya tertuju pada bucket bunga itu. Ia tersenyum. Kini otaknya mulai membayangkan bagaimana ekspresimu saat menerima bunga mawar darinya. Ia yakin bahwa kamu akan senang menerimanya.  Mengingat bahwa kamu menyukai warna merah membuatnya berpikiran postif bahwa bunga mawar adalah bunga yang tepat untuk diberikan padamu. Lagipula, bukankah bunga mawar melambangkan cinta yang dalam?

Kai meraih pulpen yang berada di dekatnya itu. Kemudian secarik kartu yang ia simpan di saku celananya pun ia keluarkan, dan saat itu pun ia mulai menulis,

“Aku sangat merindukanmu, terima kasih telah datang ke dalam hidupku lagi”

Sudut-sudut bibir Kai membentuk senyuman manis saat ia menulis kalimat itu. Setelah selesai, dengan cepat ia berpamitan dan berterima kasih kepada ahjumma pemilik toko bunga itu lalu berjalan dengan tergesa-gesa  saat meninggalkan toko karena ia tahu bahwa kamu pasti telah menunggunya.

 

Kini sudah dua puluh menit berlalu, tapi ia juga belum tiba. Bahkan hujan yang menemani suasana hatimu juga telah reda, dan kini cuaca kembali cerah. Kamu pun mengeluarkan nafas beratmu. Kamu marah. Kamu merasa bahwa dia tidak memikirkanmu yang sudah menunggu dua puluh menit yang lalu. Kopi yang kamu pesan pun kini juga telah habis. Kemudian kamupun meyembunyikan wajahmu didalam kedua tanganmu untuk menutupi ekspresi wajahmu yang marah dan juga kecewa karena kekasihmu itu.

Tiba-tiba saja suara dentingan tanda seseorang memasuki café  membuatmu sedikit tersentak, namun kamu masih menyembunyikan wajahmu itu. Kamu terlalu letih. Dan beberapa detik kemudian kamu merasakan seseorang  memegang bahumu. Kamu pun menengadah dan kamu  kaget saat sebucket mawar merah sudah berada di depan pandanganmu. Kamu dan Kai saling bertatapan. Laki-laki itu tersenyum manis padamu, lalu ia duduk di sampingmu dan meletakkan bucket bunga itu di atas meja.

“Maaf membuatmu menunggu lama” ucapnya lirih, tapi sepertinya rasa kesal dalam hatimu lebih mendominasi suasana hatimu saat ini sehingga membuatmu lebih tertarik dengan sebucket bunga yang ada di hadapanmu. Namun sebuah kalimat yang tertulis di sebuah kertas yang dililitkan pada tepi  kelopak bunga mawar mencuri perhatianmu.

“Aku sangat merindukanmu, terima kasih telah datang ke dalam hidupku lagi”

Kamu terdiam. Namun Kai yang saat itu berada disampingmu menarik bahumu sehingga kini kalian saling berhadapan. Dia memelukmu dengan erat, semakin erat dan detak jantungmu kini tidak beraturan.

Setelah dua tahun tak melihat wajahnya, tak berada di sampingnya, tak bisa menatapnya dan tak bisa memeluknya erat. Akhirnya kalian berdua dapat bertemu kembali, saat itu setetes air mata mengalir di pipi mulusmu.

Kai yang menyadari kamu menangis, melepaskan pelukannya lalu menyeka air matamu.

“Uljima, nae chagiya” ujarnya. Kamu mengangguk lalu memegang kedua pipi Kai. Hatimu rasanya sangat bahagia, sangat. Melihatnya berada di hadapanmu kamu pun kini memeluknya erat, sangat erat. Sama seperti yang Kai lakukan padamu. Kalian berdua saling berbagi rasa bahagia saat ini. Pelukan kalian membuat jiwa kalian tenang.

Setelah cukup lama berpelukan, kalian pun melepaskan pelukan kalian. Kai kemudian mengelus rambut halusmu.

“Jangan membuatku menunggu lama lagi” ucapmu.

 

“Mianhae. Kau tahu, aku sangat bingung memilih hadiah untukmu” jelasnya, kamu memegang tangannya dan sudut-sudut bibirmu membentuk sebuah senyuman.

 

“Aku tak butuh hadiah, aku butuh kamu”

Mata Kai menatapmu dalam,kemudian ia mendekatkan tubuhnya ke arahmu, semakin dekat, semakin dekat. Kemudian kalian saling mentup mata dan…

~Chuu~

Kai mencium bibir mu dan itu membuat kedua pipimu memanas. Meskipun hanya beberapa detik namun itu cukup membuatmu bahagia, karena akhirnya waktu telah mengizinkan kalian untuk bertemu kembali. Kalian pun saling tersenyum satu sama lain dan melepaskan rindu satu sama lain.

 

 END

Gaje ya? muehehehehe ini kan iseng.. akhirnya ff imagine yang ini kelar, kalian tahu? ini adalah ff pertama yang mencapai end, karena gue udah bikin tujuh ff tapi sampe sekarang belum ada yang kelar *curcol.. 

oke deh, yang pada terbang sehabis baca ff ini jangan lupa minum, etss tapi kasih komen dulu ya~hahahahaha . Thank you🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: